Tuesday, September 30, 2014

Beda Cinta Dua Zaman






Cinta zaman dahulu masih malu-malu, mau bertemu pun tak mudah

Bila sudah dapat bertemu hendak cakap apapun tak tahu
Tegak berdiri tersipu-sipu seram sejuk kaku membisu

Sejak kecil sudah diasuh, pantang larang dipegang teguh.
Mulia sungguh cinta dulu, adat resam budaya melayu

Beda cinta zaman sekarang, sudah terlupa pantang larang. Cinta zaman sekarang, di khalayak ramai dia pegang-pegang. Kalau ditegur dia meradang, macam harimau nak menerkam.

Marwah bangsa sudah terancam, karena perbuatan segelintir orang. Hidup penuh berpoya poya, Kalau kawin pun tak kekal lama. Bila sudah dapat yang diinginkan habis manis sepah dibuang

Hai cinta dulu-dulu, Ikut nasihat ayah dan ibu. Kalau pun ingin menikah, bertanyalah dulu kepada bapak dan ibu. Bila sudah berumah tangga, kekal hingga sampai ke tua.

Cinta dulu cinta mulia
Ikut aturan budaya bangsa
Hidup mereka sungguh bahagia
Cangkul dan tanah memisahkannya.


Hai cinta dulu-dulu
Cinta malu-malu
Cinta dulu-dulu
Memang susah nak bertemu

Bila sudah dapat bertemu
Nak cakap apapun tak tahu
Tegak berdiri tersipu-sipu
Seram sejuk kaku membisu

Sejak kecil sudah diasuh
Pantang larang dipegang teguh
Mulia sungguh cinta dulu
Adat resam budaya Melayu

Alah cinta zaman sekarang
Sudah terlupa pantang larang
Cinta zaman sekarang
Di khalayak ramai dia pegang-pegang

Kalau ditegur dia meradang
Macam harimau nak menerkam
Maruah bangsa sudah terancam
Kerana perbuatan segelintir orang

Hidup penuh berpoya-poya
Kalau kahwin pun tak kekal lama
Bila dah dapat yang di idam
Habis manis sepah dibuang

Hai cinta dulu-dulu
Ikut nasihat ayah dan ibu
Cinta dulu-dulu
kalau nak kahwin bertanyalah dulu

Berisik-risk bertanya-tanya
Ayah dan ibu dan anak siapa
Bila sudah berumah tangga
Kekal hingga sampai ke tua

Cinta dulu cinta mulia
Ikut aturan budaya bangsa
Hidup mereka sungguh bahagia
Cangkul dan tanah memisahkannya - See more at: http://liriksemualagu.blogspot.com/2009/09/lirik-lagu-s-m-salim-cinta-dulu-dulu.html#.VCnCgRbWQRx
Hai cinta dulu-dulu
Cinta malu-malu
Cinta dulu-dulu
Memang susah nak bertemu

Bila sudah dapat bertemu
Nak cakap apapun tak tahu
Tegak berdiri tersipu-sipu
Seram sejuk kaku membisu

Sejak kecil sudah diasuh
Pantang larang dipegang teguh
Mulia sungguh cinta dulu
Adat resam budaya Melayu

Alah cinta zaman sekarang
Sudah terlupa pantang larang
Cinta zaman sekarang
Di khalayak ramai dia pegang-pegang

Kalau ditegur dia meradang
Macam harimau nak menerkam
Maruah bangsa sudah terancam
Kerana perbuatan segelintir orang

Hidup penuh berpoya-poya
Kalau kahwin pun tak kekal lama
Bila dah dapat yang di idam
Habis manis sepah dibuang

Hai cinta dulu-dulu
Ikut nasihat ayah dan ibu
Cinta dulu-dulu
kalau nak kahwin bertanyalah dulu

Berisik-risk bertanya-tanya
Ayah dan ibu dan anak siapa
Bila sudah berumah tangga
Kekal hingga sampai ke tua

Cinta dulu cinta mulia
Ikut aturan budaya bangsa
Hidup mereka sungguh bahagia
Cangkul dan tanah memisahkannya - See more at: http://liriksemualagu.blogspot.com/2009/09/lirik-lagu-s-m-salim-cinta-dulu-dulu.html#.VCnCgRbWQRx
Hai cinta dulu-dulu
Cinta malu-malu
Cinta dulu-dulu
Memang susah nak bertemu

Bila sudah dapat bertemu
Nak cakap apapun tak tahu
Tegak berdiri tersipu-sipu
Seram sejuk kaku membisu

Sejak kecil sudah diasuh
Pantang larang dipegang teguh
Mulia sungguh cinta dulu
Adat resam budaya Melayu

Alah cinta zaman sekarang
Sudah terlupa pantang larang
Cinta zaman sekarang
Di khalayak ramai dia pegang-pegang

Kalau ditegur dia meradang
Macam harimau nak menerkam
Maruah bangsa sudah terancam
Kerana perbuatan segelintir orang

Hidup penuh berpoya-poya
Kalau kahwin pun tak kekal lama
Bila dah dapat yang di idam
Habis manis sepah dibuang

Hai cinta dulu-dulu
Ikut nasihat ayah dan ibu
Cinta dulu-dulu
kalau nak kahwin bertanyalah dulu

Berisik-risk bertanya-tanya
Ayah dan ibu dan anak siapa
Bila sudah berumah tangga
Kekal hingga sampai ke tua

Cinta dulu cinta mulia
Ikut aturan budaya bangsa
Hidup mereka sungguh bahagia
Cangkul dan tanah memisahkannya - See more at: http://liriksemualagu.blogspot.com/2009/09/lirik-lagu-s-m-salim-cinta-dulu-dulu.html#.VCnCgRbWQRx
Hai cinta dulu-dulu
Cinta malu-malu
Cinta dulu-dulu
Memang susah nak bertemu

Bila sudah dapat bertemu
Nak cakap apapun tak tahu
Tegak berdiri tersipu-sipu
Seram sejuk kaku membisu

Sejak kecil sudah diasuh
Pantang larang dipegang teguh
Mulia sungguh cinta dulu
Adat resam budaya Melayu

Alah cinta zaman sekarang
Sudah terlupa pantang larang
Cinta zaman sekarang
Di khalayak ramai dia pegang-pegang

Kalau ditegur dia meradang
Macam harimau nak menerkam
Maruah bangsa sudah terancam
Kerana perbuatan segelintir orang

Hidup penuh berpoya-poya
Kalau kahwin pun tak kekal lama
Bila dah dapat yang di idam
Habis manis sepah dibuang

Hai cinta dulu-dulu
Ikut nasihat ayah dan ibu
Cinta dulu-dulu
kalau nak kahwin bertanyalah dulu

Berisik-risk bertanya-tanya
Ayah dan ibu dan anak siapa
Bila sudah berumah tangga
Kekal hingga sampai ke tua

Cinta dulu cinta mulia
Ikut aturan budaya bangsa
Hidup mereka sungguh bahagia
Cangkul dan tanah memisahkannya - See more at: http://liriksemualagu.blogspot.com/2009/09/lirik-lagu-s-m-salim-cinta-dulu-dulu.html#.VCnCgRbWQRx
Hai cinta dulu-dulu
Cinta malu-malu
Cinta dulu-dulu
Memang susah nak bertemu

Bila sudah dapat bertemu
Nak cakap apapun tak tahu
Tegak berdiri tersipu-sipu
Seram sejuk kaku membisu

Sejak kecil sudah diasuh
Pantang larang dipegang teguh
Mulia sungguh cinta dulu
Adat resam budaya Melayu

Alah cinta zaman sekarang
Sudah terlupa pantang larang
Cinta zaman sekarang
Di khalayak ramai dia pegang-pegang

Kalau ditegur dia meradang
Macam harimau nak menerkam
Maruah bangsa sudah terancam
Kerana perbuatan segelintir orang

Hidup penuh berpoya-poya
Kalau kahwin pun tak kekal lama
Bila dah dapat yang di idam
Habis manis sepah dibuang

Hai cinta dulu-dulu
Ikut nasihat ayah dan ibu
Cinta dulu-dulu
kalau nak kahwin bertanyalah dulu

Berisik-risk bertanya-tanya
Ayah dan ibu dan anak siapa
Bila sudah berumah tangga
Kekal hingga sampai ke tua

Cinta dulu cinta mulia
Ikut aturan budaya bangsa
Hidup mereka sungguh bahagia
Cangkul dan tanah memisahkannya - See more at: http://liriksemualagu.blogspot.com/2009/09/lirik-lagu-s-m-salim-cinta-dulu-dulu.html#.VCnCgRbWQRx
Hai cinta dulu-dulu
Cinta malu-malu
Cinta dulu-dulu
Memang susah nak bertemu

Bila sudah dapat bertemu
Nak cakap apapun tak tahu
Tegak berdiri tersipu-sipu
Seram sejuk kaku membisu

Sejak kecil sudah diasuh
Pantang larang dipegang teguh
Mulia sungguh cinta dulu
Adat resam budaya Melayu

Alah cinta zaman sekarang
Sudah terlupa pantang larang
Cinta zaman sekarang
Di khalayak ramai dia pegang-pegang

Kalau ditegur dia meradang
Macam harimau nak menerkam
Maruah bangsa sudah terancam
Kerana perbuatan segelintir orang

Hidup penuh berpoya-poya
Kalau kahwin pun tak kekal lama
Bila dah dapat yang di idam
Habis manis sepah dibuang

Hai cinta dulu-dulu
Ikut nasihat ayah dan ibu
Cinta dulu-dulu
kalau nak kahwin bertanyalah dulu

Berisik-risk bertanya-tanya
Ayah dan ibu dan anak siapa
Bila sudah berumah tangga
Kekal hingga sampai ke tua

Cinta dulu cinta mulia
Ikut aturan budaya bangsa
Hidup mereka sungguh bahagia
Cangkul dan tanah memisahkannya - See more at: http://liriksemualagu.blogspot.com/2009/09/lirik-lagu-s-m-salim-cinta-dulu-dulu.html#.VCnCgRbWQRx

Thursday, January 9, 2014

Waspadai Penjara Pikiran


http://www.gresnews.com/images_content/20121014Ilustrasi-Penjara-jurnaline.com_1.jpg


Orang Tiongkok di percaya pertama kali menggunakan sikat gigi pada tahun 1400-an. Saat itu sikat gigi di buat dari duri landak yang ditancapkan di tongkat bambu atau tulang seukuran pensil.

Penemu sikat gigi modern adalah orang Inggris bernama William Addis. Dia memakai tulang yang dilobangi kecil² kemudian mengisinya dengan bulu binatang dan mengelemnya menjadi satu.

William pun menjadi jutawan setelah idenya dikembangkan menjadi sikat gigi berbulu nilon dan di produksi oleh perusahaan Amerika bernama 'Du Pont' pada tahun 1938.

Tahukah anda bahwa saat William Addis menemukan konsep sikat gigi, ia sedang mendekam di penjara? Tubuhnya di penjara tapi pikirannya tidak ikut terpenjara.

Sementara banyak orang yang tidak di penjara, tetapi seringkali memenjarakan pikirannya sendiri.

Penjara itu berupa kata²: "tidak mungkin" , "tidak bisa", "tidak mau", "tidak berani" , dan "tidak- tidak" yang lainnya kerap menjadi penghalang kita untuk berkembang dan justru mengeluh, menyalahkan orang lain dan menyerah.

Tuhan memberikan kita potensi diri untuk kita kembangkan, salah satunya adalah pikiran, kreatifitas dan ide². Jangan pernah ijinkan keadaan apapun memenjarakan pikiran kita.

Di hari ke-8 ini, marilah buka hati dan pikiran kita. Gunakan pikiran kita untuk menjadi berkat dan menghasilkan karya terbaik untuk kemuliaan Tuhan.

"Apa yang kita pikirkan menentukan apa tindakan kita."

"Mulailah memikirkan sebuah kemenangan daripada sebuah kekalahan"

Berhati-hatilah, jangan sampai terperangkap dalam penjara pikiran negatif.

Mulailah memikirkan hal positif dan jangan menarik elemen negatif ke pikiran Anda.

Larilah dari pemikiran yang hanya akan membuat Anda khawatir, takut, pesimis dan tidak semangat.

Isilah pikiran Anda dengan hal yang baik, hal yang menyenangkan dan hal yang menyemangati Anda dan siapa saja.




Artikel ditulis oleh Hadi Poernomo, Repost by Jorganizer Hamdani

Share it

Meta Google SEO

Kirim Komentar