Showing posts with label Sejarah. Show all posts
Showing posts with label Sejarah. Show all posts

Wednesday, December 9, 2020

Pilkada Kota Semarang 9 Desember 2020

Fokus mulai dari 20 Oktober 2020 dengan visi-misi ingin punya bisnis dengan produk sendiri seperti buku-katalog (media cetak) dengan pendekatan kronologis dari penyusunan databasenya. Kedepan dari data online yang berisi daftar informasi disertai kisah sejarah unik dari tiap toko maupun owner sebagai narasumber maka juga terbentuk network atau jaringan kerja yang mampu menghubungkan serta menguntungkan semua pihak.

Data yang kami publikasi dan terbitkan pun harapannya bukan hanya sekedar menjadi data content advertorial atau materi katalog online akan tetapi sama seperti bisnis pendahulu yang sudah ada sebelumnya contoh seperti Yellow-Pages, semua data yang ada dan telah terkumpulkan bisa dicetak dalam bentuk buku yang informatif dan inspiratif. Semoga seiring dengan makin gencarnya strategi pemasaran Anda maka omset penjualan dan profit/ keuntungan bisnis Anda ikut naik pula.

HISTORIMEDIA juga sering terlibat dan ikut mendukung aktivitas jurnalistik, sehingga apapun informasi dan berita yang ingin anda sampaikan, kami akan turut melakukan sosialisasinya. Seupa dengan konsep advertorial, cara ini akan efektif dan efisien dalam strategi penjualan-pemasaran. Figur perorangan hingga perusahaan dalam interaksinya memerlukan upaya untuk membangun citra personal brand atau image perusahaan sebagai bagian dari kegiatan berkomunikasi.

Dalam kesempatan kali ini dalam Pemilihan Kepala Daerah (pilkada) 9 Desember 2020, kami dari team historimedia.com mendukung Hendrar Prihadi melanjutkan kepemimpinannya sebagai Walikota Semarang. Semoga di kota ini, tempat kami bertumbuh, mengalami proses, dan merintis upaya dari perorangan menjadi komunitas hingga berharap menjadi organisasi yang besar ikut optimis dalam kepemimpinan beliau.


Siapapun boleh berkontribusi advertorial, berita, informasi, ulasan/ review sekaligus promosi produk, kami akan membantu publikasi materi yang sudah ada tersebut (copas). Kalau data tersebut disampaikan dengan kisah yang kronologis (storytelling) maka akan lebih lama tersimpan di memori costumer, dan kalau sesuai dengan visi-misi kami kelak mungkin dari online (softcopy) akan diterbitkan dalam media cetak (hardcopy) berupa buku, semoga bermanfaat.

Wednesday, November 25, 2020

Selamat Hari Guru Nasional 2020

 

Hari Guru Nasional (HGN) kembali diperingati pada 25 November 2020. Penetapan HGN sendiri berkaitan dengan riwayat berdirinya Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI). Melansir laman PGRI, organisasi PGRI berawal dari Persatuan Guru Hindia Belanda (PGHB) yang telah berdiri sejak 1912. Organisasi perjuangan guru-guru pribumi pada zaman Belanda berdiri pada tahun 1912 dengan nama Persatuan Guru Hindia Belanda (PGHB). Sejalan dengan itu, di samping PGHB berkembang pula organisasi guru baru. Pada tahun 1932, dengan penuh kesadaran, 32 organisasi guru yang berbeda-beda latar belakang, paham dan golongan sepakat bersatu mengubah nama Persatuan Guru Hindia Belanda (PGHB) menjadi Persatuan Guru Indonesia (PGI).

Saat zaman kependudukan Jepang, PGI dilarang melakukan berbagai aktivitas karena segala jenis organisasi dilarang di waktu itu. Setelah Indonesia merdeka pada 1945, Kongres Guru Indonesia pada 24-25 November 1945 di Surakarta. Dalam kongres tersebut, dibentuklah organisasi PGRI untuk mewadahi semua guru di Indonesia. Puluhan tahun kemudian, pemerintah RI pun menerbitkan Keputusan Presiden Nomor 78 Tahun 1994. Keppres tersebut menetapkan berdirinya PGRI sekaligus sebagai Hari Guru Nasional.

Undang-undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen menegaskan bahwa guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah. Di masa pandemi, guru-guru Indonesia tetap giat dan aktif mencari solusi terbaik demi berlangsungnya pembelajaran di masa pandemi Covid-19. Suatu profesi yang mulia sehingga ada yang sudah melakukan pembelajaran daring.

Ada guru yang membuat anak-anak menjadi kelompok kecil dan didatangi secara bergiliran. Ada yang masuk ke sekolah dengan menggunakan jadwal bergilir dengan protokol kesehatan yang sangat ketat. Ada yang mendatangi rumah siswa dan berdiskusi dengan orang tua siswa untuk membantu proses belajar mengajar di rumah. Ada yang mencari sinyal di seberang sungai, dan sebagainya. Sayangnya ada pula oknum-oknum yang insidennya viral menjadi trend twitter hari ini dengan kata kunci "dosen" jadi populer serta menghasilkan 15rb kicauan, belum termasuk retweet atau cuitan ulang.

Dari kasus ini lalu muncul pertanyaan, kenapa ada hari guru tapi tak ada hari dosen? Jawabnya karena guru bisa meluluskan satu angkatan tapi dosen belum tentu. Seperti padi makin berisi maka makin menunduk, seperti itu pula harusnya akhlak/ karakter (attitude) seseorang, yang makin tinggi ilmunya makin rendah hati pula serta makin bijaksana menjani peran dan profesinya. Apalagi ibunda penulis sendiri adalah seorang guru sekolah dasar yang kini telah satu tahun pensiun. Semoga semua guru diberkati dan mendapat tempat yang terbaik di dunia maupun akhirat sebagai pejuang di jalan Tuhan.


Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Hari Guru Nasional, Kemendikbud: Peran Guru dalam Sejarah Bangsa Sungguh Besar", Klik untuk baca: https://www.kompas.com/edu/read/2020/11/25/083838571/hari-guru-nasional-kemendikbud-peran-guru-dalam-sejarah-bangsa-sungguh-besar?page=all.
Penulis : Ayunda Pininta Kasih
Editor : Ayunda Pininta Kasih

Download aplikasi Kompas.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat:
Android: https://bit.ly/3g85pkA
iOS: https://apple.co/3hXWJ0L

Saturday, August 17, 2019

MERDEKA, Dirgahayu Indonesiaku

DIRGAHAYU INDONESIA MERDEKA

Makna kata merdeka kalau dari sudut pandang bangsa dan bernegara adalah saat negeri tersebut bebas dari belenggu penjajahan sekaligus berdaulat atas nasibnya sendiri. Demikian pula bila kata merdeka ditinjau dari persepsi pribadi penulis sendiri sebagai manusia individu dan sosial, akan merasa telah merdeka bila sudah mampu mandiri dan berdikari. Artinya bebas menentukan sikap serta tujuan untuk melangkah lewat keputusan sendiri termasuk dalam tindakan untuk mencapai tujuan.

Merdeka dalam segala aspek baik mental, moral hingga spiritual sebab pertanggungjawabannya adalah bukan antara saya dan mereka yang disekitar kita, atau antara anda dan saya tetapi sudah mencakup hubungan antara saya dan Tuhan. Untuk bisa memutuskan serta melakukan tindakan dalam menggapai tujuan tersebut pun peran pribadi lebih utama artinya bukan hanya mau tetapi juga telah mampu melakukan semuanya sendiri.

Contoh kasus dalam masalah bisnis, saat kita dalam posisi sebagai karyawan maka kemerdekaan itu relatif dari sudut pandang siapa boss nya. Kalau masih ikut orang maka konotasi kata merdeka bisa dikatakan belum sepenuhnya jadi milik anda sebab anda menukar kebebasan waktu serta finansial anda kepada atasan dan perusahaan lewat skema perhitungan gaji. Jadi dalam bisnis, anda bisa dikatakan merdeka bila anda adalah business owner atau pemilik bisnis tersebut kalau perlu malah andalah investor keseluruhan baik dari saham perusahaan hingga karyawan dan aset terkait (SDM-SDA) termasuk stakeholder kebutuhan costumer atas produk bisnis anda.

Pertanyaan selanjutnya adalah bagaimana merasa merdeka karena proses untuk menggapainya begitu kompleks, rumit, dan dengan proses yang bisa dikatakan tidaklah singkat. Maka jawabannya secara sederhana adalah mengubah mindset atau pola pikir anda. Jangan terbelenggu oleh penjara dan penjajahan yang justru datang dari dalam diri anda sendiri yaitu pikiran.


Friday, September 28, 2018

Sejarawan Cinta

Kita berawal karena cinta maka biarlah cinta yang akan mengakhirinya pula.

Friday, August 31, 2018

Bank Mandiri: "BUMN yang Hadir untuk Negeri"



Gerakan sejarah memerlukan perjuangan yang akarnya berlandaskan semangat idealisme tetapi tindakan berikutnya tetap mengedepankan pelaksanaan yang realistis di semua lini. Jadi bukan lagi hanya sekedar slogan tanpa makna tanpa ada pertambahan nilai. Dari visi berkembang menjadi misi dengan suatu tujuan, kemudian dikerjakan secara sistimatis dengan urutan waktu yang kronologis. Dengan demikian tiap tahapan dapat berjalan secara terukur. Inilah kekuatan sejarah yang mampu memadukan unsur keilmuan secara akademis sekaligus memasukkan faktor seni serta unsur sastra sebagai filosofinya sehingga ia mampu menghidupkan suatu gerakan dengan gelora semangatnya.

Sejak diluncurkan pada perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke 70 pada 2015, Kementerian Badan Usaha Milik Negara memperkenalkan slogan BUMN Hadir untuk Negeri. Sedangkan jauh sebelumnya entitas BUMN yaitu Bank Mandiri sudah lama menorehkan sejarahnya lewat pelestarian bangunan lama di kawasan kota tua Jakarta berupa Museum Bank Mandiri.

Museum Bank Mandiri merupakan bangunan cagar budaya yang tiang pancangnya mulai dibeton sejak Juli 1929 oleh biro konstuksi NV Nedam (Nederlandse Aanneming Maatshappij) dengan gaya arsitektur Neiuw-Zakelijk dan kelar dibangun pada tahun 1932 yang peruntukan pertamanya digunakan untuk kantor Nederlandsche Handel Maatschappij NV di Batavia serta secara formal diresmikan pada tanggal 14 Januari 1933 oleh Cornelis Johannes Karel van Aalst, Presiden NHM ke-10 saat itu.

Sejalan dengan perkembangan politik-ekonomi selanjutnya, NHM yang merupakan bank asing milik Belanda dinasionalisasi oleh Pemerintah Republik Indonesia pada tanggal 5 Desember 1960 yang kemudian dilebur ke dalam Bank Koperasi Tani & Nelayan (BKTN). Riwayat gedung ini pun berubah menjadi Kantor BKTN Urusan Exim.

Pada era Bank Tunggal atau dikenal dengan masa “Bank Berjuang”, gedung ini pun menjadi bagian dari Kantor Pusat Bank Negara Indonesia (BNI) Unit II bidang Exim sejak 17 Agustus 1965 sampai lahirnya Bank Ekspor Impor Indonesia (Bank Exim) tanggal 31 Desember 1968. Penggunaan gedung ini sebagai Kantor Pusat Bank Exim berlangsung sampai tahun 1995 atau setelah Bank Exim pindah ke gedung Kantor Pusat yang baru di Jl. Gatot Subroto Kav. 36-38 Jakarta Selatan.

Dengan lahirnya Bank Mandiri tanggal 2 Oktober 1998 dan bergabungnya empat bank pemerintah, Bank Bumi Daya (BBD), Bank Dagang Negara (BDN), Bank Ekspor Impor Indonesia (Bank Exim) dan Bank Pembangunan Indonesia (Bapindo) ke dalam Bank Mandiri. Maka gedung warisan sejarah ini pun beralih menjadi salah satu aset Bank Mandiri dengan berbagai koleksi perbankan diantaranya perlengkapan operasional bank, surat berharga, numismatik, buku besar, mesin hitung uang, brankas, dan lain-lain. Semua koleksi tersebut terdapat di ruang tata pamer yang didesain menarik sehingga tetap terasa nuansa perbankan tempo dulu yang meskipun kuno tetap terawat hinggakini.


Bila Jakarta dengan kawasan kota tua sudah memperoleh dukungan revitalisasi salahsatu bangunannya oleh Bank Mandiri. Semoga Semarang pun dapat berharap hal yang sama terhadap kota lama peninggalan kolonial di negeri ini. Dukungan organisasi yang besar dari entitas BUMN seperti Bank Mandiri terhadap sejarah bangsa tentu dapat disebut sebagai suatu kehadiran tersendiri bagi negeri, bukan sekedar slogan tetapi sebuah tindakan yang idealis sekaligus realistis. Suatu gebrakan dari Kepala Kantor Wilayah VII Jawa 2, Bapak Mazwar Purnama beserta jajarannya yang berkantor di sekitar kawasan kota lama Semarang dan dekat dengan ikon kota ini Lawang Sewu.

Saturday, September 30, 2017

Seminar Nasional Kewirausahaan ACSENT - FEB UNDIP


Terkadang hal luar biasa tak selalu berasal dari karya besar yang mendunia, namun juga bisa berawal dari momentum sederhana tetapi dengan konsistensi dan komitmen dari waktu ke waktu. Eksistensi macam ini mungkin tepat bila disematkan pada jajaran mahasiswa dan civitas akademika Universitas Diponegoro fakultas ekonomika dan bisnis yang selalu menyelenggarakan acara seminar berkualitas selain kuliah.

Enam tahun yang lalu, dalam event FEB UNDIP 30 September 2011 saya menyaksikan pak Jokowi RI-1 masih menjabat sebagai Walikota Solo menjadi pembicara dalam gelaran acara di kampus Tembalang Semarang. Acara mahasiswa yang saat itu bertajuk Diskusi Panel dengan diselingi Tanya-Jawab dari para mahasiswa memberi pesan yang sangat mendalam bagi saya sebagai peserta yang nota bene orang awam.

Presenting event dari ASCENT "Accounting Society Event" 30 September 2017


Kesan yang sama masih terasa istimewa meski telah beberapa tahun berlalu, bahkan kini semakin yakin dengan peran dan aktivitas mahasiswa disana sejalan dengan visi misinya "To be creative and innovative in digital era with Entrepreneurship". Terbukti pula bahwa Universitas Diponegoro sebagai Badan Hukum Milik Negara mampu beradaptasi terhadap perkembangan dunia dari sisi bisnis sekaligus tetap idealis dan semoga mampu menjalankan visi misi tersebut secara etis pula lewat PT. Undip Maju

Antusias peserta dan mahasiswa saat acara berlangsung di Lab. Kewirausahaan Universitas Diponegoro
Kolaborasi dari berbagai pihak dan peran aktif mahasiswa Fakultas Ekonomika dan Bisnis UNDIP terlihat dari semangat para peserta yang hadir dalam seminar. Untuk itu penulis ucapkan terimakasih pada panitia acara: Zihan Aulia, Rizka Fardiba, Irdam Fairuz, serta Dinda Ayuningtyas dkk yang telah berbagi informasi sekaligus memberikan akses pada Sejarawan.ID untuk berpartisipasi dan memberikan kontribusi sebagai media partner. Semoga bisa berjumpa dalam event berkualitas seperti ini di tahun berikutnya.

Thursday, September 14, 2017

Digitalisasi Pemasaran dengan Sejarah

Kemarin siang menjelang jam istirahat seperti biasa selain mengisinya dengan rutinitas wajib yaitu brunch, baca surat kabar harian yang terkenal di Semarang: Suara Merdeka. Semua rubrik cukup menarik untuk disimak termasuk info peluang usaha atau lowongan kerja walau hanya berupa iklan baris. Era tekhnologi yang semakin canggih memang telah mengubah wajah dunia dan cara kita berkomunikasi termasuk bagaimana mendapatkan informasi.

Walau pun begitu tidak serta merta semua hal mengalami perubahan drastis dari konvensional menuju tren digital. Memang dengan adanya gadget memperoleh data terbaru maupun arsip lama akan sangat mudah belakangan ini, tetapi kebiasaan lama susah untuk dihilangkan, termasuk seperti baca koran. Ada sensasi yang unik untuk dijelaskan saat tangan membentangkan lembaran koran dengan perut kenyang :)

Kembali ke koran, di iklan baris lowongan, ada perusahaan yang sebelumnya sudah beriklan beberapa kali mencari sales dan marketing proyek untuk suatu produk lampu. Informasi cukup lengkap disertai nomor yang dapat dihubungi. Biasanya untuk bisnis dengan perusahaan yang stafnya terbuka dalam menyampaikan informasi maka gagasan/ ide baru dari luar akan diterima dengan mudah.


Tadinya dengan percaya diri saya akan mengajukan proposal kerjasama, setidaknya memperkenalkan diri dan memperluas jaringan. Resolusi pribadi yang sudah dicanangkan sebagai momentum awal bulan September ceria tahun 2017 ini. Tapi apa mau dikata semua tak disangka, untung tak dapat diraih malang tak dapat ditolak. Jangankan untuk berbicara panjang lebar, ngobrol ngalur ngidul bagai sobat lama, berkenalan dan bertukar namapun tak sempat bagai gayung tak bersambut, secara singkat saya ditolak.

Sayang sekali maksud baik yang sudah dipersiapkan meskipun sambil lalu tapi serius tak ditanggapi dengan respon yang sama baik, hanya sekedar tau tapi tak menciptakan kondisi ok, so what next.

Padahal meskipun iklan baris itu harganya mungkin tak seberapa, namun ditayangkan beberapa kali dalam hari yang berbeda termasuk sampai hari ini pun masih tetap tayang di Suara Merdeka dan Tribun Semarang.

Sayang uangnya dan sayang waktu yang terbuang, walau tanpa bermaksud melakukan provokasi namun lebih pada bersikap empati dan menempatkan diri saya di posisi mereka, apa salahnya bersikap lebih terbuka dan open minded. Memang kuota mahal dan subsidi listrik juga sudah tak ada lagi, tapi biaya berkomunikasi via whatsapp jauh lebih murah dari pada beriklan. Efektif atau efisiensi silahkan pembaca renungkan sendiri.

Pemasaran itu berorientasi pada hasil dan berdasarkan target, harus ada strategi agar tercipta akuisisi pada penjualan, dan pastinya semua harus lewat proses. Tahap yang akan dilewati satu diantaranya adalah promosi dan membentuk suatu brand, entah itu produk, perusahaan, personel, atau pelayanannya. Sebab kalau bisnis anda tak membentuk suatu image di benak konsumen atau stakeholder, maka anda hanya menjual suatu komoditas barang, itu artinya diantara sekian banyak kompetitor di bidang yang sama, maka hargalah yang jadi faktor utamanya. Energi perusahaan akan terkuras hingga akhirnya harus banting harga untuk mencatat transaksi penjualan dan memenangkan hati pelanggan.


Wednesday, September 13, 2017

Alasan Sejarah selalu Relevan dalam Ranah Bisnis

Perumpamaan yang tepat dalam studi kasus ini ibaratkan perusahaan itu sebuah bahtera di tengah samudra alias kapal ditengah lautan. Saat kita menumpang didalamnya lalu ikut terombang-ambing oleh ombak bahkan diterjang badai sekalipun, setidaknya hati akan tenang saat nahkoda menyampaikan informasi bahwa pelabuhan tujuan sudah dekat. Hikmahnya badai pasti berlalu, tetapi dalam perusahaan kerjasama antar rekan itu ibarat komunikasi di kapal mulai dari dermaga keberangkatan sampai pelabuhan tujuan, memperoleh informasi dari awak kapal serta nahkoda sekaligus sebagai sesama penumpang.


Kalau berkomunikasi namun hanya berperan aktif sebagai individu sedangkan kita berada dalam kapal yang sama itu artinya anda egois. Syukurlah kalau posisi kita disana hanya sebagai penumpang sehingga partisipasi kita tak sepenting peran nahkoda atau kapten kapal. Berempati pada orang lain yang berada dalam satu kapal itu penting, meskipun penumpang tak butuh banyak informasi tapi kadang ada situasi yang membutuhkan dukungan mereka. Belajar dari kisah Titanic, saat kapal hampir tenggelam kepanikan sudah melanda semua orang, semua saling berebut mencari sekoci untuk menyelamatkan diri.

Pada saat itulah butuh orang yang berdedikasi dan punya tanggung jawab moral untuk mendahulukan orang lain agar selamat. Tak perlu menunggu semua terlambat ketika kapal hampir karam dan tenggelam baru berubah saat keadaan mulai panik. Berkomunikasilah dengan orang lain dan berbagi informasi meskipun kecil artinya, sebab di lain cerita sebuah pesawat berubah arah hanya satu derajat namun dampaknya menyimpang jauh hingga masuk negara lain dan harus di tembak jatuh.



Sampaikan informasi apa adanya, secara terus terang dan terbuka alias blak-blakan karena hari ini tidak serta merta terjadi begitu saja. Selalu ada proses yang membuat kita mengalami kejadian hari ini, lalu selanjutnya apa adalah pertanyaan yang harus kita cari jawabannya dari waktu ke waktu sebab sejarah ada disemua lini kehidupan anda.

Monday, September 11, 2017

Menjaga Momentum dalam Bisnis yang Dinamis

Cukup lama website ini tidak lagi optimal sebagai media yang menyampaikan informasi. Setahun terakhir memang banyak aktivitas lain dan kesibukan pribadi diluar founder blog yang membuat terbengkalainya sejarawan.id Prioritas memang sempat mengalami perubahan, tapi hanya untuk sementara. Justru dengan pengalaman setahun terakhir ini pula muncul kesadaran untuk lebih perhatian/ peduli pada informasi sejarah dari sisi bisnis.

Terus terang sebagai founder website yang juga manusia biasa dengan kewajibannya mencari nafkah, sesuap nasi dan mobil mercy, penulis pun harus bekerja sebagai karyawan di sebuah perusahaan swasta. Bolehlah sedikit diceritakan disini untuk menjadi persepsi agar kedepan bersama kita melihatnya sebagai momentum dalam sejarah bisnis, minimal secara pribadi apa yang penulis rasakan selama setahun terakhir ini.

Sebab ternyata sejarah sebagai ilmu pun bisa difungsikan sebagai strategi marketing, alat untuk berpromosi dan memperkuat brand perusahaan. Itu pula yang menarik dari kisah penulis sebagai karyawan, meskipun tidak secara langsung menggunakan metode sejarah dalam pekerjaan. Singkat cerita, saya bergabung dalam CV. BM (dalam inisial karena tidak ada izin dari owner untuk mempublikasikan) dan bekerja di kantor cabang Semarang sebagai sales-marketing. Perusahaan cv.bm ini merupakan main distributor suatu principal ponsel nasional yang tugasnya mendistribusikan ke toko-toko di provinsi Jawa Tengah.

Kantor pusat CV. BM di Jawa Tengah, lokasi bersebelahan dengan ruko Tiket.Com, Yogyakarta.

Kantor pusat cv.bm sendiri ada di Surabaya dengan cabang perusahaan di Bali, Jogja, Solo, Semarang, Makasar, bahkan hingga Ternate. Untuk area Semarang sendiri gugus tugas dibagi dua antara Pantura ke Barat yaitu Kendal, Weleri, Batang, Pekalongan, Pemalang, Randudongkal, Tegal, Slawi, Brebes. Sedang Pantura ke Timur ada personel lain yang ditugaskan mengelola repeat order dari toko-toko disekitarnya.

Intinya selama bekerja seorang sales harus mampu mengelola toko yang sudah menjadi klien perusahaan, mampu menjaga hubungan baik dengan pemilik toko, promotor dari principal yang ditempatkan di toko dengan cara harmonisasi antara repeat order maupun pembayaran tagihan. Maklumlah meskipun cv.bm hanya sebuah perusahaan MD namun mempunyai modal yang kuat sehingga mampu mengirim barang dengan pembayaran tempo hingga sebulan. Sekilas pun bisa diketahui oleh seorang sales baru seperti saya yang baru bergabung bisa dipercayakan mengelola sirkulasi barang hingga milyaran ke toko hanya dengan dasar sistem altius, sebaliknya pemilik toko repeat order dengan mengandalkan reputasi atau nama baik tokonya.

Masalah teknis by sistem kalau dibahas bisa jadi halaman tersendiri di blog ini. Intinya, secara singkat lewat observasi setahun ini bisa dikatakan cv.bm sudah punya konsep kerja internal yang saya pandang cukup baik. Apalagi posisi sales yang harus selalu menjalin relasi kita sudah dibekali cukup fasilitas seperti kendaraan roda empat alias mobil yang bisa dipakai setiap waktu serta ponsel ldu atau live demolition unit.

Live Demolition Unit, ponsel buat sales
Energi owner seolah ikut mengalir lewat support mereka ke pada semua staf. Jadi secara internal, perusahaan sudah cukup cepat beradaptasi termasuk dengan selalu merekrut manager bekas karyawan dari principal untuk mengatasi perubahan rule yang diinginkan oleh produsen ponsel tersebut. Permasalahan berat yang selalu muncul justru datang dari eksternal khususnya principal yg memiliki agenda sendiri terhadap produknya. Dilema buat MD selaku distributor yang berhubungan langsung dilapangan, owner toko sering komplain atas dampak cross boarder terhadap limit, tempo, bahkan harga yang bisa refund sewaktu-waktu.


Peduli dan perhatian terhadap sejarah bisnis meskipun hanya berupa komitmen pembelajaran pribadi tampaknya penting untuk dipelihara sebagai budaya kerja. Strategi marketing diluar sana mungkin beragam dan untuk dapat bertahan kita harus punya catatan sejarah sendiri, supaya tidak lemah serta mudah didikte oleh perubahan eksternal diluar sana. Apalagi akan sangat sulit bila sistem sudah terbentuk dengan amat solid, dan mengakibatkan terputusnya arus komunikasi antara principal - distributor - retail/ agen di lapangan.

Semoga cv.bm bisa mempertahankan eksistensinya selama ini, dan kedepan dapat berkembang lebih baik dalam mempertahankan kerjasama internalnya. Selama bergabung saya memperoleh banyak pelajaran, harmonisasi antara target perusahaan dengan mengembangkan hubungan sosial antara semua stakeholder. Sayangnya sekarang saya tidak berkompetensi untuk turut campur dalam manajemen perusahaan karena hanya direkrut sebagai karyawan, jadi hanya bisa bicara soal target dan prestasi diukur dari profit.

Selaku penulis artikel saya hanya berbagi informasi dan mengambil kesimpulan sementara dari pengalaman selama setahun ini yang memperlihatkan bahwa sejarah itu relevan dengan berbagai permasalahan termasuk dari sudut pandang bisnis. Kekuatan sejarah ada pada kronologisasi yang menuntut kemampuan independent seorang sejarawan di semua lini bahwa sejarah itu merupakan kunci dari semua masalah yang dihadapi hari ini, mempelajarinya berarti membuka gerbang harapan dimasa mendatang.



Sejarah juga mengajarkan bahwa apapun posisi kita dalam kehidupan di hari ini, sesekali kita harus menoleh ke belakang, merunut setiap peristiwa yang telah lewat sebagai riwayat hidup yang berharga dan mengambil hikmahnya untuk solusi bila ada masalah di hari ini maupun menggapai tujuan kedepan, untuk hari esok yang lebih baik.



Sunday, April 18, 2010

Pandemi Influenza.

SEBUAH pandemi penyakit paling ganas dalam sejarah umat manusia terjadi pada 1918-1919. Sekitar 50 juta orang tewas di seluruh dunia. Penyebab pandemi adalah virus influenza A H1N1. Proses penularan virus yang cepat dengan tingkat kematian yang tinggi membuat banyak pihak kewalahan, termasuk pemerintah Hindia Belanda.

Di Hindia Belanda sekitar 1,5 juta penduduknya meninggal akibat pandemi. Seperti di wilayah pandemi lainnya, kebanyakan yang meninggal berusia antara 20- 40 tahun. Situasi pandemi yang penuh keprihatinan di Hindia Belanda tertuang dalam sebuah sajak di suratkabar berbahasa Melayu Tjaja Sumatra, 31 Desember 1919.

Penjakit Spanjol datang berdjangkit
sematjam penjakit yang baharoe terbit
keadaannya gandjil sertanja soelit
mendjadikan korban boekan sedikit

Di beberapa tempat sangat hebatnja
baik di Djawa atau di Soemetera
pendeknya diseloeroeh poela Hindia
Influenza nan sangat habis memoenahkan

Pandemi menjelajah berbagai wilayah dalam tiga gelombang: Maret-Agustus 1918, September-November 1918, dan awal 1919. Pandemi influenza itu juga dikenal sebagai “flu spanyol” karena liputan media Spanyol yang tinggi tentang pandemi. Spanyol merupakan salah satu negara yang tak terlibat perang dunia pertama sehingga tak ada sensor media.

Pemerintah Hindia Belanda melakukan berbagai upaya untuk menanggulangi pandemi, termasuk melakukan penyebaran informasi tentang influenza yang dianggap efektif untuk masyarakat lokal. Salah satunya lewat cerita wayang dalam bahasa lokal.

Pada 1920, lewat penerbit Balai Pustaka, pemerintah menerbitkan sebuah buku panduan pencegahan dan pengobatan influenza yang terbit dalam bahasa Jawa berjudul Lelara Influenza. Menurut Priyanto Wibowo dkk dalam Yang Terlupakan, Pandemi Influenza 1918 di Hindia Belanda, diperkirakan target utama pembaca Lelara Influenza adalah para dalang. Informasi mengenai influenza dan pencegahannya terangkai melalui percakapan antartokoh wayang (punakawan) yang dekat dengan masyarakat Jawa. Isinya antara lain:

… Influenza bisa mengakibatkan sakit panas dan batuk, mudah menular, asalnya dari abu atau debu. Berhati hatilah jangan sampai bertindak ceroboh yang bisa mengakibatkan munculnya debu…..

…. Orang yang terkena panas dan batuk tidak boleh keluar rumah. Harus tidur atau istirahat aja. Badannya diselimuti sampai rapat. Kepalanya dikompres, tidak boleh mandi…

Makalah Steve Ferzacca “Governing Bodies in New Order Indonesia” dalam Mark Nitcher dan Margaret Lock New Horizons in Medical Anthropology: essays in honour of Charles Leslie, juga menyebutkan sebuah pamflet berbahasa Melayu mengenai pencegahan influenza yang mengadaptasi alur cerita Ramayana terbit 1920. Isinya hampir sama dengan Lelara Influenza, hanya tokoh-tokohnya bukan punakawan Jawa.

Dikisahkan, ayah Seriati, gadis cantik rupawan, mengadakan sayembara untuk menyembuhkan penduduk yang sakit influenza. Hadiahnya: menikah dengan anaknya. Si Pandjang, tokoh pahlawan, ikut sayembara. Ia membantu menyembuhkan penduduk yang sakit influenza berdasarkan pengetahuan pencegahan dan pengobatan “modern” seperti tablet bandoeng atau pil kina, sama seperti anjuran pemerintah –saat itu pandemi influenza kerap disamakan dengan malaria. Abang Gendoet tak mau kalah. Ia mengobati influenza dengan ilmu tabib dan jimat. Di akhir cerita, Si Pandjang memenangi sayembara dan mendapatkan Si Seriati.

Selain penyebaran lewat bahasa dan medium lokal, pemerintah Hindia Belanda mensahkan Influenza Ordonnantie atau undang-undang (UU) khusus influenza pada 1920 (Staatsblad Van Nederlandsch-Indie 1920 no 793). Melalui UU tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Medis Umum (Inspecteur van den Burgerlijken Geneeskundigen Dienst) bertanggung jawab mengantisipasi penyebarluasan pandemi melalui kontrol rutin, kesiapan tenaga kesehatan, fasilitas di lapangan, dan panggilan darurat kesehatan.

Sajak menyambut tahun baru 1920 dalam suratkabar Tjaja Sumatra berakhir dengan sebuah harapan:

Achir kalam kita oetjapkan
Moedahan 1920 membawa perobahan
Seloeroeh Hindia hendaknja aman
Mara bahaja Allah lindoengkan

Pandemi influenza ini kemudian menghilang dengan sendirinya, meski tak pernah benar-benar berakhir. Terbukti pandemi influenza kembali melanda dunia 1957-1958 (Flu Asia, H2N2), 1968-1969 (Flu Hong Kong, H3N2), dan yang terbaru 2009 hingga sekarang (H1N1). Menurut laporan Badan Kesehatan Dunia (WHO), pandemi H1N1 2009 hingga Maret 2010 telah menerpa lebih dari 213 negara/wilayah dan sekitar 17.483 penduduk dunia meninggal.

Keganasan pandemi H1N1 2009 tak separah tahun 1918-1919. Berbagai kemajuan penelitian ilmiah serta ketersediaan sarana kesehatan dan komunikasi publik yang lebih memadai membuat banyak negara lebih siap menghadapi pandemi. Namun, seperti pengalaman pandemi 1918-1919, potensi kemunculan (mutasi) virus-virus influenza baru selalu ada. Kesiapsiagaan akan terus menjadi sebuah tantangan.

Tulisan merupakan artikel kontribusi Mira Renata, dalam majalah historia online.

Tuesday, April 13, 2010

Kronologi Perang Dunia II

Penyebab umum terjadinya Perang Dunia II sebagai berikut :a.Kegagalan Liga Bangsa-Bangsa (LBB) dalam menciptakan perdamaian dunia. LBB bukan lagi alat untuk mencapai tujuan, tetapi menjadi alat politik negara-negara besar untuk mencari keuntungan. LBB tidak dapat berbuat apa-apa ketika negara-negara besar berbuat semaunya, misalnya pada tahun 1935 Italia melakukan serangan terhadap Ethiopia. b.Negara - negara maju saling berlomba memperkuat militer dan persenjataannya.

Dengan kegagalan LBB tersebut, dunia Barat terutama Jerman dan Italia
mencurigai komunisme Rusia, tetapi kemudian Rusia mencurigai fasisme Italia dan nasional-sosialis Jerman. Oleh karena saling mencurigai akhirnya negara-negara tersebut memperkuat militer dan pesenjataannya.

c.Adanya politik aliansi (mencari kawan persekutuan).Kekhawatiran akan adanya perang besar, maka negara-negara mencari kawandan muncullah dua blok besar yakni:
1. Blok Fasis terdiri atas Jerman, Italia, dan Jepang
2. Blok Sekutu terdiri atas:a)Blok demokrasi yaitu Perancis, Inggris, Amerika Serikat, dan Belanda.b)Blok komunis yaitu Rusia,Polandia, Hongaria, Bulgaria, Yugoslavia,Rumania, dan Cekoslovakia

d.Adanya pertentangan-pertentangan akibat ekspansi.Jerman mengumumkan “Lebensraum” nya (Jerman Raya) yang meliputi EropaTengah dan Italia menginginkan
Italia Irredenta (Italia Raya) yang meliputi seluruh laut Tengah dan Abbesinea, serta Jepang mengumumkan Kemakmuran Bersama di Asia Timur Raya. Ini berarti merupakan tantangan terhadap imperialisme Inggris, Perancis, dan Amerika Serikat.

e.Adanya pertentangan faham demokrasi, fasisme dan komunisme.f.Adanya politik balas dendam (“Revanche Idea”) Jerman terhadap Perancis,karena Jerman merasa dihina dengan Perjanjian Versailles.

Perang Dunia II terbagi dalam tiga medan yaitu medan Eropa, medanAfrika Utara, dan medan Asia pasifik. Adapun pihak-pihak yang berperang dibeberapa medan peperangan dalam Perang Dunia II sebagai berikut.
1.Medan Eropa
Pada tanggal 1 September 1939 Jerman menyerang Polandia. Inggris dan Perancis mengumumkan perang kepada Jerman. Inilah sebagai awal meletusnya Perang Dunia II. Pada tanggal 9 April 1940 Jerman melakukan serangan ke utara yakni ke Denmark dan Norwergia. Kedua negara ini dapat diduduki Jerman. Pada bulan Mei 1940 Belanda dapat diduduki Jerman sehingga Ratu Wilhelmina mengungsi keInggris. Pada tanggal 10 Juni 1940 Italia mengumumkan perang kepada Perancis dan Inggris, dilanjutkan menyerbu Perancis. Pada bulan Juni 1940 pasukan Jerman bergerak menuju Perancis dan dapat mendudukinya.

Tentara Perancis di bawah pimpinan Charles de Gaulle mengungsi ke Inggris.Kekuatan dua negara fasis Jerman dan Italia semakin mantap. Angkatan Udara Jerman menyerbu Inggris tetapi usahanya gagal kemudian beralih dengan pengeboman-pengeboman dan serangan laut ke arah Angkatan Laut Inggris. Pada tanggal 27 September 1940 Jerman, Italia, dan Jepang bersatu dalam Perjanjian Tiga Negara. Pada tanggal 22 Juni 1941 dengan bantuan Finlandia dan Rumania, Jerman menyerbu Rusia. Padahal selama 18 bulan sebelumnya Hitler telah mengadakan perjanjian dengan Uni Soviet tidak akan saling menyerang. Bagaimana menurut pendapat anda tentang tindakan Hitler ini?

2 .Medan Afrika
Tentara Jerman menyerbu Balkan sampai di Kreta. Rumania dan Bulgaria memihak kepada Jerman. Inggris dapat memukul mundur tentara Italia di Afrika Utara. Serangan Sekutu terhadap Blok Sentral pada tanggal 23 Oktober 1942 di Afrika Utara dipusatkan di El Alamien, Mesir. Tentara Jerman di bawah Jenderal Erwin Rommel
menyerbu Afrika dan menghantam Inggris sampai di muka Alexandria. Serangan Jerman ke Afrika Utara dapat ditahan oleh Inggris di bawah pimpinan Montgomery dan Amerika Serikat di bawah Eisenhower

pada tanggal 12 November 1942.Datangnya bantuan pasukan Amerika Serikat membuat pertahanan Jerman semakin rapuh. Sejak 19 November 1942 Jerman kalah melawan Rusia dalam pertempuran di Stalingrad. Kemudian Rusia menyerbu Polandia dan Balkan.
Rumania dan Bulgaria menyerah. Hongaria juga menyerah pada tanggal 13 Februari1945. Tentara Rusia di bawah Zhukov berhasil menyerbu Berlin. Berlin diduduki Sekutu dari segala arah. Pertempuran hebat terjadi di dalam kota Berlin, dan Berlin dapat direbut oleh Sekutu. Pada tanggal 30 April 1945 Hitler bunuh diri. Pada tanggal l7 Mei 1945 Jerman menyerah kepada Sekutu tanpa syarat di Reims, Perancis.

3.Medan Asia Pasifik
Perang di medan Asia Pasifik diawali dengan penyerbuan pangkalan ArmadaAngkatan Laut Amerika Serikat di Pearl Harbour, Hawai pada tanggal 7 Desember1941 oleh Jepang. Perang Dunia II di medan Asia Pasifik sering disebut Perang Asia Timur Raya,
karena Jepang selalu mempropagandakan bahwa peperangan yang dilakukan bertujuan mewujudkan kemakmuran bersama di kawasan Asia Timur Raya.

Dalam serangan Jepang pada tanggal 7 Desember 1941 menewaskan kurang
lebih 2.330 tentara Amerika Serikat dan 100 orang sipil di samping menghancurkan peralatan perang Amerika Serikat. Jepang menyatakan perang terhadap Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya. Serbuan Jepang dilanjutkan ke negara-negara di Asia Tenggara dengan menduduki Muangthai, Birma (Myanmar), Malaysia, dan HindiaBelanda (nama Indonesia waktu itu).

Peta Serangan Jepang ke Asia Tenggara


Untuk membalas serangan-serangan Jepang, Sekutu menyusun taktik serangan dari pulau satu ke pulau lain atau sistem katak loncat. Strategi ini dipimpin oleh Jendral Dauglas Mac Arthur dan Laksamana Chester Nimitz. Tentara Jepang di Laut Karang dan Midway (7 Mei 1942) dihancurkan oleh Sekutu. Inilah titik balik pertama.

Dalam pertempuran-pertempuran berikutnya Amerika Serikat dapat merebut Filipina (22 Oktober 1944), Iwo Jima (17 Maret 1945), Okinawa (21 Juni 1945).Kemudian Inggris di
bawah Lord Louis Mauntbatten menyerbu Birma (Myanmar)dan menghancurkan tentara Jepang (30 April 1945). Dari Saipan dan Okinawa Angkatan Udara Amerika Serikat menyerang kota-kota Jepang, tetapi Jepang belum menyerah. Akhirnya pada tanggal 6 Agustus 1945 Hiroshima dijatuhi bom atom dilanjutkan tanggal 9 Agustus 1945 di Nagasaki. Jepang menyerah tanpa syarat kepada Sekutu tanggal 14 Agustus 1945 (secara resmi 2 September 1945 di atas kapal “Missouri” di Teluk Tokio).

Dengan demikian berakhirlah Perang Dunia II karena Jepang beserta negara-negara pendukungnya menyerah.Setelah Perang Dunia II berakhir maka diadakanlah perjanjian-perjanjian perdamaian antara pihak pemenang dan yang kalah. Perjanjian–perjanjian itu antara lain Konferensi Postda(2 Agustus1945) dan Perjanjian San Fransisco (8 September1951).

a.Konferensi Postdam (2 Agustus1945)
Konferensi ini diadakan antara Sekutu denganJerman yang dihadiri oleh Thruman, Stalin, danAttlee. Konferensi ini menghasilkan keputusan sebagai berikut:
1.Jerman dibagi dalam 4 daerah pendudukan yakni bagian timur oleh Rusia, bagianbarat oleh Amerika Serikat, Inggris, dan Perancis. Kota Berlin yang terletak ditengah-tengah daerah pendudukan Rusia, dibagi 4 bagian yakni Berlin Barat(Amerika Serikat, Inggris, Perancis) Berlin Timur (Rusia).
2.Danzig dan daerah Jerman sebelah timur Sungai Oder dan Neisse diberikan kepada Polandia.3.Angkatan Perang Jerman harus dikurangi jumlah tentara dan peralatan militernya (demiliterisasi).4.Penjahat perang, yakni tokoh-tokoh NAZI harus dihukum di bawah pengawasan internasional.5.Jerman harus membayar kerugian perang kepada
Sekutu.

b.Perjanjian San Fransisco (8 September 1951)
Perjanjian ini diadakan antara Sekutu dengan Jepang pada tahun 1945 dan dibuatdi Jepang. Pada mulanya perjanjian ini hanya bersifat sementara. Kemudian PerjanjianSan Fransisco disahkan pada tanggal 8 September 1951. Rusia tidak ikutmenandatangani perjanjian ini sehingga tidak mengakuinya.

Perjanjian ini berisi: 1.Kepulauan Jepang di bawah pengawasan Amerika Serikat. 2.Kepulauan Kurile dan Sakhalin Selatan diberikan kepada Rusia. Sedangkan Mantsyuria dan Taiwan diberikan kepada Tiongkok.3.Tokoh-tokoh fasis diadili sebagai penjahat perang dan harus dihukum di bawah pengawasan internasional.4.Jepang harus membayar kerugian perang kepada Sekutu.Perang Dunia II yang berlangsung antara tahun 1939 – 1945 menimbulkan akibat yang besar di bidang politik, ekonomi, sosial, dan kerohanian bagi negara-negara di dunia.
1.Bidang Politik
Akibat yang muncul di bidang politik setelah Perang Dunia II berakhir sebagaiberikut.a.Amerika Serikat dan Rusia (Uni Soviet) sebagai pemenang dalam Perang DuniaII tumbuh menjadi negara raksasa (adikuasa).b.Terjadinya perebutan pengaruh antara Amerika Serikat dan Uni Soviet yang menimbulkan Perang Dingin

Jika keduanya berimbang terjadi keseimbangan kekuatan (Balance of PowerPolicy), walaupun perdamaian diliputi ketakutan.c.Nasionalisme di Asia berkobar dan timbul negara-negara merdeka seperti Indonesia (17 Agustus 1945),Filipina (4 Juli 1946), India dan Pakistan Dominion(15 Agustus 1947) dan India merdeka penuh 26 Januari 1950, Birma(4 Januari 1948), dan Ceylon (dominion 4 Februari 1948).
d.Munculnya politik mencari kawan atau aliansi yang dibentuk berdasarkan kepentingan keamanan bersama, misalnya NATO, METO, dan SEATO.

e.Munculnya politik memecah belah negara, misalnya:1)Jerman dibagi menjadi dua negara, yaitu Jerman Barat dan Jerman Timur.2)Korea dibagi menjadi dua negara, yaitu Korea Selatan dan Korea Utara.3)Indo-Cina dibagi menjadi tiga negara, yaitu Laos, Kamboja, dan Indo-Cina.4)India dibagi menjadi dua negara, yaitu India dan Pakistan.

Artikel diambil dari sebuah milis dan blog dan disadur kembali oleh:
Koko Sejarawan, 024.7060.9694 (flexy)

Sunday, March 21, 2010

Personal to do, to have, atau to be?

"Kegembiraan terbesar dalam hidup adalah keyakinan bahwa kita dicintai. Oleh karenanya, kita membagikan cinta bagi orang lain." (Victor Hugo)

Tidak ada yang bisa menghentikan waktu. Ia terus maju. Umur terus bertambah. Manusia pun mengalami babak-babak dalam hidupnya. Saat masuk fase dewasa, orang memasuki tiga tahapan kehidupan.

Ada masa di mana orang terfokus untuk melakukan sesuatu (to do). Ada saat memfokuskan diri untuk mengumpulkan (to have). Ada yang giat mencari makna hidup (to be). Celakanya, tidak semua orang mampu melewati tiga tahapan proses itu.

· Fase pertama, fase to do. Pada fase ini, orang masih produktif. Orang bekerja giat dengan seribu satu alasan. Tapi, banyak orang kecanduan kerja, membanting tulang, sampai mengorbankan banyak hal, tetap tidak menghasilkan buah yang lebih baik. Ini sangat menyedihkan.

Orang dibekap oleh kesibukan, tapi tidak ada kemajuan. Hal itu tergambar dalam cerita singkat ini. Ada orang melihat sebuah sampan di tepi danau. Segera ia meloncat dan mulailah mendayung. Ia terus mendayung dengan semangat. Sampan memang bergerak. Tapi, tidak juga menjauh dari bibir danau. Orang itu sadar, sampan itu masih terikat dengan tali di sebuah tiang.

Nah, kebanyakan dari kita, merasa sudah bekerja banyak. Tapi, ternyata tidak produktif. Seorang kolega memutuskan keluar dari perusahaan. Ia mau membangun bisnis sendiri. Dengan gembira, ia mempromosikan bisnisnya. Kartu nama dan brosur disebar. Ia bertingkah sebagai orang sibuk.

Tapi, dua tahun berlalu, tapi bisnisnya belum menghasilkan apa-apa. Tentu, kondisi ini sangat memprihatinkan. Jay Abraham, pakar motivasi bidang keuangan dan marketing pernah berujar, "Banyak orang mengatakan berbisnis. Tapi, tidak ada hasil apa pun. Itu bukanlah bisnis." Marilah kita menengok hidup kita sendiri. Apakah kita hanya sibuk dan bekerja giat, tapi tanpa sadar kita tidak menghasilkan apa-apa?

· Fase kedua, fase to have. Pada fase ini, orang mulai menghasilkan. Tapi, ada bahaya, orang akan terjebak dalam kesibukan mengumpulkan harta benda saja. Orang terobesesi mengumpulkan harta sebanyak-banyaknya. Meski hartanya segunung, tapi dia tidak mampu menikmati kehidupan.

Matanya telah tertutup materi dan lupa memandangi berbagai keindahan dan kejutan dalam hidup. Lebih-lebih, memberikan secuil arti bagi hidup yang sudah dijalani. Banyak orang masuk dalam fase ini.

Dunia senantiasa mengundang kita untuk memiliki banyak hal. Sentra-sentra perbelanjaan yang mengepung dari berbagai arah telah memaksa kita untuk mengkonsumsi banyak barang.

Bahkan, dunia menawarkan persepsi baru. Orang yang sukses adalah orang yang mempunyai banyak hal. Tapi, persepsi keliru ini sering membuat orang mengorbankan banyak hal. Entah itu perkawinan, keluarga, kesehatan, maupun spiritual.

Secara psikologis, fase itu tidaklah buruk. Harga diri dan rasa kepuasan diri bisa dibangun dengan prestasi-prestasi yang dimiliki. Namun, persoalan terletak pada kelekatannya. Orang tidak lagi menjadi pribadi yang merdeka.

Seorang sahabat yang menjadi direktur produksi membeberkan kejujuran di balik kesuksesannya. Ia meratapi relasi dengan kedua anaknya yang memburuk. "Andai saja meja kerja saya ini mampu bercerita tentang betapa banyak air mata yang menetes di sini, mungkin meja ini bisa bercerita tentang kesepian batin saya...," katanya.

Fase itu menjadi pembuktian jati diri kita. Kita perlu melewatinya. Tapi, ini seperti minum air laut. Semakin banyak minum, semakin kita haus. Akhirnya, kita terobsesi untuk minum lebih banyak lagi.

· Fase ketiga, fase to be. Pada fase ini, orang tidak hanya bekerja dan mengumpulkan, tapi juga memaknai. Orang terus mengasah kesadaran diri untuk menjadi pribadi yang semakin baik.

Seorang dokter berkisah. Ia terobesesi menjadi kaya karena masa kecilnya cukup miskin. Saat umur menyusuri senja, ia sudah memiliki semuanya. Ia ingin mesyukuri dan memaknai semua itu dengan membuka banyak klinik dan posyandu di desa-desa miskin.



Memaknai hidup

Ia memaknai hidupnya dengan menjadi makna bagi orang lain. Ada juga seorang pebisnis besar dengan latar belakang pertanian hijrah ke desa untuk memberdayakan para petani. Keduanya mengaku sangat menikmati pilihannya itu.

Fase ini merupakan fase kita menjadi pribadi yang lebih bermakna. Kita menjadi pribadi yang berharga bukan karena harta yang kita miliki, melainkan apa yang bisa kita berikan bagi orang lain.

Hidup kita seperti roti. Roti akan berharga jika bisa kita bagikan bagi banyak orang yang membutuhkan. John Maxwell dalam buku Success to Significant mengatakan "Pertanyaan terpenting yang harus diajukan bukanlah apa yang kuperoleh. Tapi, menjadi apakah aku ini?"

Nah, Mahatma Gandhi menjadi contoh konkret pribadi macam ini. Sebenarnya, ia menjadi seorang pengacara sukses. Tapi, ia memilih memperjuangkan seturut nuraninya. Ia menjadi pejuang kemanusiaan bagi kaum papa India .

Nah, di fase manakah hidup kita sekarang? Marilah kita terobsesi bukan dengan bekerja atau memiliki, tetapi menjadi pribadi yang lebih matang, lebih bermakna dan berkontribusi!

Artikel diambil dari milis/ diskusi group yahoo.
Disadur kembali oleh jorganizer Hamdina
02470609694

Monday, January 4, 2010

Solusi Krisis Global bagi Perusahaan Dagang

Ternyata, krisis global yang terjadi pada kuartal terakhir tahun 2008 tidak bisa dianggap enteng. Berlanjutnya krisis hingga tahun 2009 ini mulai dirasakan hingga ke sektor riil.

Krisis global, awalnya diperkirakan hanya akan memakan korban industri yang berkaitan dengan ekspor, ternyata telah merembet hampir ke semua sektor. Bahkan bidang IT yang semula diperkirakan tidak akan goyah, justru terjungkal dengan cepat. Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia (Apkomindo), Suhanda Sujaya memprediksi penjualan komputer tahun 2009 bisa turun sampai 90%. Untuk itu para pedagang komputer membatasi persediaan hardware dan software.

Kenaikan kurs dolar membuat harga jual hardware mengalami kenaikan tajam, untuk jenis notebook kelas low end mengalami kenaikan antar 1 juta hingga 6 juta rupiah. Hal ini disebabkan sekitar 99% komponen hardware dan software notebook masih diimpor, sedangkan 1% merupakan branding lokal.

Tidak hanya itu, perusahaan IT dunia mengalami kejadian yang lebih parah lagi. Sebut saja Lenovo, produsen komputer terbesar ke 4 dunia ini menutup 3 pabriknya. Akibat krisis, laba Lenovo juga anjlok 78%. IBM dikabarkan akan memangkas sebesar 16.000 karyawanya diseluruh dunia.

Raja software dunia, Microsoft Corporation tak pelak juga ikut merasakan hantaman badai krisis dengan mem-PHK 5.000 karyawanya. Sedangakan Raksasa mesin pencari Google, meskipun tidak banyak melakukan PHK, pemberhentian 100 tenaga recruiter paling tidak telah memberi petunjuk bahwa google tidak akan merekrut banyak karyawan lagi tahun ini.

Bidang lain yang juga terkena imbas krisis global adalah bidang otomotif. Penjualan sepeda motor Indonesia pada bulan Januari 2009 telah terjadi penurunan sebesar 20,53%, dibandingkan dengan bulan yang sama tahun lalu. Sedangkan untuk pasar mobil Januari 2009 terjadi penurunan sebesar 23%.

Para pelaku bisnis dibidang penjualan bahan bangunan juga mengaku penjualanya turun hingga 50% pada awal tahun ini. Beberapa teman yang menjadi supplier beberapa merk customer goods terkenal di Indonesia, belakangan mulai menutup usahanya. Hal ini terjadi karena setelah terjadi penurunan permintaan yang tajam dari retailer, keuntungan yang dihasilkan tidak lagi mampu menutup biaya operasional. Hal ini menunjukkan terjadinya perlambatan ekonomi secara keseluruhan.

Negara-negara besar seperti Amerika, Jepang, Singapura telah mengeluarkan paket bantuan penyelamatan dengan nilai ratusan miliar dolar. Meskipun insentif tersebut tidak serta merta mengobati luka akibat krisis, setidaknya upaya pemerintah negara-negara tersebut menunjukkan pembelaan yang besar terhadap warganya.

Sayangnya pemerintah Indonesia hingga saat ini belum banyak berbuat untuk menanggulangi krisis ini. Mungkin masih terbuai dengan analisa yang berkembang pada akhir 2008 bahwa Indonesia memiliki basic ekonomi yang kokoh. Bahkan saat ini personel pemerintahan disibukkan dengan urusan pemilu, sehingga kebijakan-kebijakan yang diambil kadang tidak terfokus pada penanggulangan krisis, namun untuk meningkatkan popularitas belaka. Keberhasilan sedikit saja diekpos secara besar-besaran untuk meningkatkan citra diri, bahkan kadang-kadang keberhasilan semu juga ikut terekspos.

Forum ekonomi dunia di Davos, Swiss beberapa waktu lalu juga tidak menghasilkan langkah-langkah kongkrit dalam penanganan krisis global. Lebih dari 2.000 pengusaha dan pemimpin politik seluruh dunia telah menghabiskan waktunya selama 5 hari hanya untuk membahas permasalahan-permasalahan, bukan solusi. Davos hanya dijadikan lobi untuk kepentingan masing-masing, bukan kepentingan bersama.

Setelah Davos, April mendatang pemimpin negara-negara maju dan berkembang akan bertemu kembali pada forum G20 di London, Inggris. Apakah forum tersebut bisa diandalkan untuk menghentikan krisis ini? kita tunggu saja.

Namun kita tidak bisa terlalu lama menunggu. Diperlukan gerakan cepat untuk menyelamatkan perusahaan masing-masing. Beberapa langkah yang bisa ditempuh dalam menghadapi krisis global bagi perusahaan perdagangan diantaranya:

Antisipasi Jangka Pendek

1. Selamatkan Cash flow perusahaan anda. Omzet penjualan yang turun, apalagi ditambah lebih banyaknya penundaan pembayaran dari customer karena penurunan daya beli masyarakat akan menyulitkan pembayaran kewajiban-kewajiban perusahaan yang jatuh tempo saat ini. Kewajiban tersebut bisa berupa hutang dagang, pinjaman jangka panjang yang jatuh tempo saat ini, cicilan kredit kendaraan atau inventaris lain atau kewajiban lain yang jatuh tempo saat ini.

2. Tunda dulu pembelian inventaris, kecuali benar-benar mendesak dan melalui perhitungan yang matang.

3. Hindari membuat kredit baru, karena tidak satu orangpun yang bisa memastikan kapan krisis akan selesai, yang ada hanyalah prediksi yang tidak selalu akurat.

4. Pertahankan yang sudah ada sekarang dan tunda dulu investasi baru.

5. Lakukan pengetatan anggaran biaya, bila perlu biaya yang biasa dikeluarkan perusahaan dievaluasi lagi. Misalnya evaluasi kembali penggunaan AC, lampu dan peralatan listrik di kantor Anda, evaluasi penggunaan telepon kantor. Evaluasi penggunaan fasilitas karyawan yang diberikan kantor seperti kendaraan dan rumah dinas agar tidak menimbulkan banyak biaya perawatan yang sia-sia. Bahkan perusahaan tempat teman saya bekerja yang termasuk ATPM Mobil terkenal, sampai melakukan pengetatan penggunaan air toilet dan pembatasan pembuatan kopi bagi karyawanya.

6. Simpan dana pada bank yang sehat, upayakan bank pemerintah.

7. Evaluasi kembali kebijakan-kebijakan penjualan yang mengakibatkan kredit macet atau tempo bayar yang molor.

8. Gunakan software khusus untuk perdagangan. Dengan software ini anda bisa menganalisa secara mendalam dan akurat berkenaan dengan kebijakan stok, cash flow, analisa hutang/piutang, analisa penjualan dan analisa lain yang mendukung pengambilan keputusan secara tepat dan cepat. Dalam masa krisis, kesalahan pengambilan keputusan sedikit saja bisa berakibat fatal. Selain untuk pengambilan keputusan, software perdagangan juga mampu membantu kita melakukan efisiensi. Kebutuhan kita melakukan segalanya serba cepat dan akurat bisa ditopang secara penuh oleh software tersebut.

Penyelesaian Jangka Panjang

Penyelesaian jangka panjang tentunya akan menyangkut makro ekonomi yang tengah berjalan di dunia dan di Indonesia sendiri. Sejarah telah mencatat bahwa krisis yang terjadi berkali-kali selalu disebabkan oleh pola ekonomi kapitalis. Ada pola ekonomi yang telah terbukti tangguh menghadapi krisis. Pola perekonomian syariah telah membuktikan mampu lolos dari hantaman krisis 1997 dan 2008. Sebut saja perbankan syariah, saat perbankan lain mengalami kesulitan yang hebat selama krisis, bank syariah justru membuktikan mampu membukukan laba yang signifikan.

Masih segar dalam ingatan kita ketika pemerintah mengucurkan dana BLBI dalam jumlah yang sangat besar untuk menyelamatkan perbankan umum pada saat itu, Bank Muamalat yang merupakan bank syariah pertama di Indonesia sama sekali tidak membutuhkan suntikan dana tersebut dan terbukti mampu bertahan eksis hingga saat ini.

Saya berbicara ekonomi syariah disini tidak dalam kerangka agama, namun dalam kerangka sistem ekonomi yang bisa diterapkan oleh siapa saja, tidak harus yang beragama Islam.

Bagaimana implementasi sistem perekonomian syariah untuk perusahaan?

Pertama, perusahaan hanya akan menjalankan kegiatan perdagangan yang halal/positif baik produk maupun sistem perdaganganya. Tidak ada upaya tipu menipu atau upaya mendapatkan keuntungan diatas kerugian pihak lain. Pola mendapatkan keuntungan diatas keuntungan orang lain, saya rasa bisa berlaku umum, berlaku untuk siapa saja dan dimana saja. Ini adalah hal pokok yang akan membuat perusahaan tetap eksis.

Kedua, perlakukan karyawan sebagaimana pengusaha. Ajak semua karyawan untuk berfikir bagaimana memajukan perusahaan. Namun ajakan ini akan sia-sia jika tidak ditopang oleh sistem penggajian dan reward kepada karyawan. Pola penggajian tetap adalah penyumbang terbesar keroposnya sendi-sendi perusahaan. Buatlah sistem penggajian yang memungkinkan karyawan tumbuh besar sesuai dengan pertumbuhan perusahaan dan penyusutan seiring dengan penyusutan perusahaan.

Artinya disini ada pola bagi hasil dan bagi resiko. Pola ini yang memungkinkan karyawan tidak kehilangan semangat bekerja disaat perusahaan membukukan keuntungan yang sangat besar dan tidak menjadi beban perusahaan ketika perusahaan mengalami penurunan keuntungan.

Kenapa seperti itu? pada pola konvensional, karyawan cenderung kehilangan semangat kerja ketika perusahaan mendapatkan keuntungan yang semakin besar, namun gaji karyawan hanya bertambah sedikit atau bahkan tidak bertambah sama sekali. Biasanya perusahaan memberikan kenaikan gaji karyawan antara 10-15% pertahun, sehingga ketika terjadi peningkatan keuntungan perusahaan yang sangat pesat, akan menimbulkan kecemburuan. Disisi lain perusahaan harus hati-hati menaikkan gaji, karena sekali naik, akan sulit diturunkan, meskipun pada saat perusahaan mengalami kesulitan. Akhirnya yang terjadi adalah PHK, karena perusahaan tidak mampu menggaji lagi dan karyawan juga tidak mau diturunkan gajinya.

Pola bagi hasil dan bagi resiko sangat fleksibel dalam kenaikan dan penurunan gaji. Sehingga perusahaan tidak pernah terbebani oleh gaji karyawan yang terus meningkat. Semua berjalan realistik. Dengan begitu semua karyawan akan memiliki sikap yang sama dengan owner dalam hal kemajuan perusahaan. Merekapun bisa mengatakan “Berjuang untuk memajukan perusahaan atau mati bersama-sama”.

Mana yang lebih tangguh, dalam satu perusahaan terdapat hanya satu orang yang berjiwa enterpreneur atau terdapat puluhan, ratusan bahkan ribuan orang yang memiliki jiwa enterpreneur?

Artikel telah disadur kembali oleh:
Djoko Hamdani as Sejarawan Hamdina
024-7060.9694 (flexy)
D'professional historian with excellent entrepreneur skill.

Komunikasi Efektif dalam Presentasi Penjualan

Komunikasi adalah bagian yang amat penting dalam kehidupan sehari-hari, begitupun bagi seorang salesman. Komunikasi bisa dalam bentuk lisan dan visual. Berkomunikasi, adalah bagian paling banyak yang harus dilakukan oleh seorang salesman ketimbang pekerjaan lain.

Semakin tinggi jabatan seseorang, tuntutan untuk bisa berkomunikasi lebih baik juga semakin tinggi. Berkomunikasi yang baik, bukan hanya berkaitan dengan konten yang disampaikan, tapi juga mengenai gaya, artikulasi, volume, pemilihan kata, tempo, bahasa tubuh dan visualisasi yang akan membuat konten lebih mudah dicerna oleh audiens. Pada intinya bukan hanya apa yang akan disampaikan, namun juga bagaimana cara menyampaikan.

Tulisan ini akan membahas komunikasi dalam kerangka presentasi penjualan. Ada beberapa hal yang harus dilakukan dalam melakukan presentasi penjualan, diantaranya :

1. Persiapan

Persiapan dalam presentasi sama pentingnya dengan presentasi itu sendiri. Persiapan yang matang dan lengkap akan sangat menentukan keberhasilan presentasi. Berikut ini adalah beberapa hal dalam persiapan presentasi :

Analisa Situasi

Dalam analisa situasi, kita harus bisa menemukan alasan mengapa presentasi kita penting bagi audiens. Karena sebagus apapun presentasi anda, tidak akan banyak membantu penjualan jika audiens menilai presentasi anda tidak penting baginya.

Ada beberapa pertanyaan yang perlu kita tanyakan pada diri sendiri untuk mengetahui seberapa penting presentasi kita bagi audience.

Apakah saya perlu melakukan presentasi?

Apakah presentasi saya tepat untuk situasi perusahaan/audiens?

Apa yang akan terjadi pada perusahaan/audiens setelah presentasi saya?

Bagaimana presentasi saya cocok dengan prilaku perusahaan/audiens?

Bagaimana saya bisa membantu perusahaan/audiens?

Analisa audiens

Berhasil atau tidaknya presentasi kita ditentukan oleh audiens. Oleh karenanya kita harus mengerti siapa yang sedang kita hadapi. Menganalisa audiens bukanlah pekerjaan mudah.

Tugas kita adalah mengetahui latar belakang budaya, pendidikan, aliran politik, posisi dalam perusahaan, keahlian teknis dan pemahaman terhadap masalah yang sedang dihadapi oleh perusahaanya.

Dengan mengetahui profil audiens secara tepat, akan membantu kita menyusun apa saja yang akan kita katakan, dengan gaya santai atau formal, apa yang harus dikatakan dan apa yang harus TIDAK dikatakan.

Ada beberapa hal yang perlu kita ketahui dari audiens, diantaranya:

Seberapa banyak audiens yang tahu tentang saya dan presentasi yang akan saya sampaikan?

Apa yang diharapkan audiens dari saya?

Bagaimana sikap awal audiens terhadap saya dan produk yang saya bawa?

Apakah usia dan jenis kelamin audiens?

Apakah audiens yang hadir memiliki jabatan yang sesuai dengan bidang yang akan disampaikan?

Apakah audiens yang hadir adalah pengambil keputusan?

Apakah pandangan politik dan agama audiens?

Penetapan Tujuan dan Sasaran

Menetapkan tujuan dan sasaran akan membantu kita membuat presentasi yang fokus pada target tertentu yang kita inginkan. Apakah kita ingin menjual produk, layanan ataukah menjual ide. Kita juga harus selalu ingat, bahwa sebenarnya kita sedang menjual kompetensi dan value kita kepada perusahaan/audiens.

Tujuan dan sasaran kita haruslah jelas diketahui oleh audiens. Sebagai pembuka kita bisa menyampaikan ringkasan singkat poin apa saja yang akan dibahas dalam presentasi kita, agar audiens mengetahui apakah apa yang ia harapkan masuk dalam materi presentasi.

Memilih dan membentuk konten

Kita harus berhati-hati dalam membuat konten presentasi. Kadang ini tidak mudah, karena kita perlu membua presentasi yang singkat, menarik dan relevan. Agar presentasi kita menarik, kita harus memilih informasi-informasi yang sangat berarti bagi audiens, misalnya mengenai statistik, testimonial, kasus, ilustrasi, sejarah, dan narasi.

Yang perlu diingat, membuat presentasi menarik dan tidak keluar dari tujuan dan sasaran yang kita tetapkan dari awal.

Memilih Gaya

Memilih gaya yang tepat dalam presentasi berarti kita memilih intonasi, bahasa tubuh, artikulasi dan hal lain yang membuat audiens mengerti apa yang sedang kita tekankan.

Ada bebrapa pertanyaan dalam hal memilih gaya:

Jenis nada bicara seperti apa yang ingin saya gunakan?

Citra diri apa yang ingin saya bentuk?

Level bahasa mana yang cocok dengan audiens?

Cara-cara formal atau informalkah yang akan saya gunakan?

Pendekatan-pendekatan seperti apakan yang diharapkan oleh audiens?

Gaya komunikasi lisan ini akan sangat kita butuhkan, karena kita benar-benar berbicara kepada audiens. Kalimat-kalimat pendek hangat dan ramah bisa jadi pilihan yang baik dalam presentasi.

Mengorganisasikan presentasi

Mengorganisasikan presentasi adalah mengatur urutan ide-ide yang akan kita keluarkan sehingga runut. Presentasi yang terorganisir dengan baik akan membawa audiens kepada satu titik yang kita inginkan tanpa mereka sadari sepenuhnya. Aliran ide yang sangat baik akan mengajak fikiran audiens ikut mengalir kearah yang kita tentukan, yaitu penjualan.

2. Memulai Presentasi

Memulai presentasi diawali dengan mengucapkan salam pembuka, dan menyapa audiens. Buatlah suasana nyaman bagi audiens dan diri kita sendiri. Mulailah dengan membicarakan hal-hal ringan yang tidak terkait dengan presentasi, namun jangan bertele-tele. Setelah kita merasa nyaman, kita bisa memulai presentasi.

3. Mengisi Presentasi

Hal yang paling penting dalam menyampaikan presentasi adalah membangkitkan kesadaran audiens bahwa mereka sedang dalam masalah. Mungkin mereka tidak menyadarinya, dan kita yang menyadarkanya. Ketika mereka telah menyadari bahwa mereka sedang menghadapi masalah, maka kita hadir untuk memberi solusi atas masalah mereka.

Sehebat apapun presentasi kita, tidak akan ada artinya jika mereka tidak menyadari bahwa mereka sedang memiliki masalah dan masalah itu hanya bisa selesai melalui produk dan layanan dari kita.

Selain itu keberhasilan presentasi ditentukan oleh gaya kita menyampaikan, apakan semangat, penuh keyakinan dan kenikmatan.

Untuk membangkitkan kesadaran audiens terhadap masalah yang sedang mereka hadapi, perlu teknik-teknik penyampaian yang tepat. Ada hal-hal yang perlu diLAKUKAN dan JANGAN dilakukan. Berikut beberapa hal mengenai LAKUKAN dan JANGAN lakukan.

(lakukan) Berbicara dengan jelas.

Jangan terburu-buru, berbicaralah dengan perlahan dan artikulasi yang tepat.

Jangan berbicara dengan monotone, gunakan kecepatan dan nada bervariasi.

Lakukan kontak mata, namun jangan terpaku pada satu orang saja.

Lihat reaksi bahasa tubuh audiens, apakah mereka bergairah atau bosan?

Jangan terlalu banyak bergerak.

Jangan berbicara menghadap layar visualisasi.

Beberapa poin penting lakukan dengan penekanan baik dengan intonasi atau dengan bahasa tubuh.

Hal yang paling penting dalam menyampaikan presentasi adalah membangkitkan kesadaran audiens bahwa mereka sedang dalam masalah. Mungkin mereka tidak menyadarinya, dan kita yang menyadarkanya. Ketika mereka telah menyadari bahwa mereka sedang menghadapi masalah, maka kita hadir untuk memberi solusi atas masalah mereka.

Sehebat apapun presentasi kita, tidak akan ada artinya jika mereka tidak menyadari bahwa mereka sedang memiliki masalah dan masalah itu hanya bisa selesai melalui produk dan layanan dari kita.

Selain itu keberhasilan presentasi ditentukan oleh gaya kita menyampaikan, apakan semangat, penuh keyakinan dan kenikmatan.

4. Alat Bantu Visual

Alat bantu visual akan membantu mempermudah menyalurkan ide kepada audiens. Presentasi lebih persuasif, lebih profesional, dan lebih menarik menggunakan alat visual daripada yang tidak menggunakan alat.

5. Penutup

Pada saat kita menutup presentasi, coba kita simpulkan apa yang sudah kita sampaikan. Intinya adalah kembali mengingatkan kegusaran audiens terhadap masalahnya dan mendengungkan solusi. Dengan rangkaian kata-kata yang baik, kata terakhir ini akan selalu terkenang atau terngiang-ngiang ditelinga audiens paling tidak selama 24 jam setelah presentasi.

Pada saat itulah saat yang paling baik untuk melakukan negosiasi. Jangan lupa, bahwa tujuan kita adalah menjual, bukan pertunjukan presentasi. Jadi lakukan closing segera, baik pada forum presentasi atau sejenak setelah presentasi ditutup dan kita melakukan pembicaraan dengan orang-orang pengambil keputusan.

Artikel telah disadur kembali oleh:
Joko Hamdani as Sejarawan Hamdina
024-7060.9694
D'professional historian with excellent entrepreneur skill.

Followers