Thursday, February 17, 2011

Berapa harga sebuah ide ? Tak terkira !

Banyak kisah menarik mengenai harga sebuah ide ini.

Dulu Eastman Kodak menolak idenya Edwin Land untuk membuat kamera 'photo instant'. Akhirnya Land memulai usahanya sendiri dan akhirnya Polaroid menjadi pesaing utama dari Kodak. Industri jam tangan di Swiss juga menolak ide penggunaan jam kuarsa (quartz watch). Jepang lah yang akhirnya menangkap ide ini dan menjadikan industri jam tangan Jepang merajai dunia. Industri jam Jepang ini yang membuat industri di Swiss terseok-seok dalam beberapa tahun.

Nah, itulah artinya seberapa potensi harga sebuah ide.

Kita semua sebenarnya memiliki ide-ide brillian. Tetapi tidak banyak yang memiliki keberanian untuk mengungkapkan idenya. Hal yang paling mengganjal adalah bahwa kita selalu saja berpikir bahwa ide kita merupakan ide bodoh, ide ini tidak bakalan disukai orang, ide ini sudah pernah diketemukan orang lain, atau bahkan pasti ada orang lain yang memiliki ide lebih bagus dari ide yang kumiliki.

Nah, cobalah untuk membuka penutup ide-ide ini dengan beberapa logika saja, seperti biasa ajakan saya untuk berlogika. Paling tidak ada tiga cara sederhana untuk menggali dan mengungkap ide ini.

Rubah cara berpikir !

Kalau kita berpikir bahwa kita ini tikus, maka tikuslah kita. Kita tidak perlu menjadi seorang ahli untuk mempunyai ide yang brillian.
Tahukah anda bahwa :

1. Kodak Film Chrome dikembangkan oleh seorang musisi.
2. Ballpoint yg kita pakai menulis ditemukan oleh seorang pematung.
3. Meter parking, alat untuk membayar parkir, ditemukan oleh seorang jurnalis.
4. Penemu pesawat Wright bersaudara adalah ahli sepeda "onthel", bukan sarjana 'aeronautica'.
5. Einstein awalnya adalah ahli matematika juga bukan seorang ahli fisika yang menjadikannya tenar.
6. Dan anda pasti tau Darwin yang mempunyai ide evolusi kan ? .. Darwin adalah seorang ahli geologi bukan ahli biologi.

Anda mungkin pernah membaca bukunya Stephen Covey, yang menyebutkan bahwa segalanya ini diciptakan dalam dua tahap. Pertama dalam sebuah ide di benak si penemu, kemudian direalisasikan dalam sebuah pabrik atau industri, baik industri besar mau pun bahkan industri kecil, rumah tangga atau hanya berupa tulisan, seperti idenya evolusi
Darwin.

Leonardo daVinci merupakan seorang penemu besar dan juga seorang pelukis. Awalnya dia melihat idenya dalam benaknya yang kemudian digambarkannya dalam kanvas dan seorang lain merealisasikannya. Leonardo lah yang menemukan helicopter, tank perang, payung terjun (parachute), sepeda air, snorkel untuk menyelam, dan masih banyak lagi. Semua itu diketemukan pada tahun 1400an hingga awal 1500an.

Ide- Dimulai dari pemikiran. Mulailah berpikir bahwa anda adalah seorang penemu dan saatnya sudah dimulai dari sekarang !

Rubah cara bicara !

"Ah ini tidak mungkin dijalankan. Tidak ada yang suka dengan ide ini.
Aku sudah mencoba sebelumnya dan tidak berhasil.

Tidak ada yg baru di dunia ini semua sudah ada".

Semua kalimat-kalimat ini merupakan "idea blocker" yang harus segera disingkirkan.

Rubahlah dari … sekarang !

Jangan katakan "Tidak mungkin", tapi katakan saja ïƒ "Sebenarnya enak kalau
bisa dilakukan".

Jangan ngomong "Ide goblok", tetapi "Bagus juga sih, bagaimana merealisasikannya, ya?"

Bukan hanya sekedar menyatakan "Cukup bagus sih!", namun coba tambahkan "Bagaimana cara mengembangkannya ya ?"

Ada sebuah kisah seorang ahli agama di Jerman yang pernah mengkritik penggunaan sendok-garpu karena tidak menghargai Tuhan yang menciptakan tangan. Tentunya anda tidak perlu berpikir seperti dia yang konon tangannya tersengat makanan panas.

Kekuatan kata-kata itu sangat besar !. Dia memiliki kekuatan untuk menciptakan atau merusak. Berbicaralah dengan kreatif mulai hari ini. Rubahlah bahasamu, ia akan merubahmu.

Rubahlah perilaku !

Berapa di antara kita yang melewati jalan yang sama untuk berangkat dan pulang kantor ? Tiap hari hampir 98% di antara kita akan melewati jalan yang sama ketika ke kantor, ke sekolah, belanja selama satu tahun penuh hampir diulang-ulang dalam 365 hari setahun ! Enggak bosen, tuh ?

Seseorang pernah berkata bahwa kalau anda melakukan hal yang sama berulang-ulang berarti anda termasuk malas tidak mau berfikir. Tentunya tidak perlu otak kalau menjalankan pesawat dengan "autopilot", kan ?

Jadi jangan malas berpikir, otak kita masih banyak kapasitasnya yang belum dipakai karena melakukan hal yang rutin-rutin saja. Masukkan data baru, masukkan input baru, beri gangguan sedikit supaya prosesor di dalam otak kita bekerja.

Kreatif dimulai dari perubahan !

Ada yg mengatakan bahwa ada tempat tertentu yg paling sering dipakai untuk menggali ide, yaitu di TOILET !. Masih ingatkah anda cerita Archimides yang loncat dari 'bath tub' terus berlarian sambil teriak Eureka ! Eureka !

Dia waktu itu kan telanjang sambil lari-lari. Tentunya bukan saya bermaksud mengajak anda untuk memindahkan ruang kerja ke toilet kan, tetapi untuk memulai menggali ide. Mulailah dengan mengerjakan sesuatu dengan berbeda. Ya berbeda, sekedar berbeda saja. Cobalah nanti kalau pulang dari kantor dan besok pagi kalau berangkat ke kantor melewati jalan yang lain. Bukan lagi melewati jalan yang sudah tiap hari kita lewati.

Cobalah melewati pintu yang berbeda ketika masuk kantor atau masuk rumah.
Mau yang 'rada' aneh, cobalah menulis dengan tangan kiri ! atau coba bacalah tulisan ini sekali lagi dengan mata kiri ditutup ! Atau bacalah dari bawah ke atas !

Gutlak, temukan ide baru besok pagi.

No comments:

Post a Comment

Tak ada gading yang tak retak, saran dan kritik akan kami terima dengan senang hati. Anda sopan kami segan.

Followers